Mendikbud: 774.000 Guru Honorer Telah Lulus Seleksi ASN PPPK

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim dalam acara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional tahun 2023 di Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim dalam acara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional tahun 2023 di Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (8/11/2023). (DOK. Kemendikbud Ristek)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 774.000 guru yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal itu diungkapkan Nadiem saat rapat kerja dengan Komisi X DPR beberapa waktu lalu dan disiarkan melalui akun YouTube resmi DPR RI.

"Tentunya capaian terbesar kami 774.000 lebih guru honorer lulus seleksi guru ASN P3K," kata Nadiem dikutip dari akun YouTube resmi DPR RI, Rabu (13/3/2024).

Selain itu, Nadiem mengatakan para guru juga semakin banyak yang mengikuti program pendidikan guru penggerak untuk Kurikulum Merdeka.

Kata dia, sejak tahun 2020 sampai 2023 total ada 95.000 orang yang mengikuti program guru penggerak.

"Ada 95.000 calon guru penggerak mengikuti pendidikan guru penggerak dari 2020 ke 2023 jadi hampir mencapai 100.000," ujarnya.

Nadiem menjelaskan, nantinya guru yang sudah mengikuti program guru penggerak akan menjadi pioner untuk membantu penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah.

Para guru akan menjadi agen perubahan untuk sekolah bisa mengganti kurikulum yang lama dengan Kurikulum Merdeka.

"Jadi ini pencapaian yang sangat besar karena mereka adalah change agent, agen perubahan yang akan membantu sekolah-sekolah transisi ke Kurikulum Merdeka. transisi ke berbagai macam paradigma merdeka belajar," pungkas Nadiem.

Adapun Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) segera meluncurkan pengesahan Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional.

Pengembang Ahli Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud Ristek, Taufiq Damardjati mengatakan, peluncuran itu ditargetkan diadakan pada Maret 2024.

"Bulan Maret ini insyaAllah (diluncurkan)" kata Taufiq kepada Kompas.com di The Langham Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2024).

Taufiq mengatakan, awalnya peluncuran Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional akan digelar pada Februari 2024. Namun, karena Kemendikbud masih meminta banyak masukan dari berbagai pihak, maka peluncuran Kurikulum Merdeka ditunda.Rol