Pemerintah Buka 1,6 Juta Formasi PPPK 2024 di Instansi Pusat dan Daerah

Seleksi PPPK 2024. PPPK 2024.
Seleksi PPPK 2024. PPPK 2024. (SHUTTERSTOCK/WIBISONO.ARI)
Pemerintah akan kembali mengadakan rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2024.

Formasi yang dialokasikan untuk seleksi PPPK 2024 sebanyak 221.936 formasi di instansi pusat dan 1.383.758 formasi di instansi daerah.

Adapun formasi PPPK 2024 di instansi daerah terdiri dari 419.146 formasi guru, 417.196 formasi tenaga kesehatan, dan 547.416 formasi tenaga teknis.

Pemerintah berkomitmen menuntaskan tenaga non aparatur sipil negara (non-ASN), termasuk eks Tenaga Honorer Kategori II (THK-II), sesuai amant Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

“Salah satunya dengan kebijakan konkrit penetapan formasi untuk PPPK yang mencapai 1,6 juta pada tahun ini, yang tentunya ini memberi ruang bagi tenaga non-ASN untuk menjadi PPPK,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Abdullah Azwar Anas dalam keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com, Sabtu (6/1/2024).

Untuk formasi dosen, guru, dan tenaga kesehatan, akan dilakukan penataan jumlah dan persebaran dengan mewujudkan pemerataan ke seluruh daerah di Tanah Air.

Visi besar Indonesia-Sentris yang sudah dijalankan bukan hanya soal pembangunan infrastruktur fisik semata, tapi juga pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar daerah-daerah terutama di luar Jawa mendapatkan talenta unggul di bidang pendidikan dan kesehatan.

“ASN saat ini dan masa depan harus bisa mendorong peningkatan kinerja, akuntabilitas pemerintah, dan pemerataan kualitas pelayanan publik di seluruh tanah air termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujar Anas.

“Pemerintah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh ASN dan tenaga non-ASN, termasuk eks tenaga honorer yang semuanya terus berkolaborasi dan bekerja keras dalam melayani publik, mendidik anak-anak bangsa, dan menyehatkan warga masyarakat dengan penuh pengabdian,” lanjut dia.

Dalam pelaksanaan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) 2024, pemerintah juga berfokus untuk menciptakan SDM yang adaptif terhadap teknologi demi kemajuan Indonesia.

“Sehingga tahun ini juga disiapkan rekrutmen talenta digital untuk memastikan transformasi pelayanan publik berbasis digital yang sedang dikerjakan pemerintah bisa berjalan dengan baik, dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” papar Anas.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan rekrutmen ASN untuk ditempatkan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

ASN di IKN Nusantara akan menjadi pendorong lahirnya kota dunia baru dengan paradigma kerja baru sebagai smart city yang agile, melayani sepenuh hati, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Pemerintah memastikan sistem rekrutmen ASN terus diperbaiki untuk memastikan birokrasi diisi oleh talenta yang unggul.

CPNS dan sekolah kedinasan 2024

Tidak hanya rekrutmen PPPK, pemerintah juga akan membuka seleksi CPNS dan sekolah kedinasan (sekdin).

Tahun ini dialokasikan cukup besar formasi bagi fresh graduate untuk mengikuti seleksi, baik untuk dosen, guru, tenaga kesehatan, tenaga teknis termasuk di dalamnya talenta digital, dan banyak sektor penting lainnya.

Sebagai tambahan informasi, total alokasi formasi CPNS 2024, PPPK 2024, maupun sekolah kedinasan 2024 sebanyak 2,3 juta formasi.

Alokasi formasi CASN 2024 untuk sekolah kedinasan (sekdin) tahun ini sebanyak 6.027 formasi. Namun, belum disebutkan sekolah kedinasan mana saja yang akan turut dalam seleksi sekdin 2024.

Untuk diketahui, CASN 2024 yang akan dibuka untuk instansi pusat sebanyak 429.183, terdiri atas 207.247 CPNS dan 221.936 PPPK.

Sementara itu, alokasi formasi instansi daerah sebanyak 1.867.333, terdiri atas 483.575 CPNS dan 1.383.758 PPPK. 

Rekrutmen ASN 2024 akan dilakukan dengan menggunakan computer assisted test (CAT) secara nasional dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Seleksi kompetensi yang dilaksanakan berbasis online, termasuk penggunaan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk menekan potensi kecurangan.

Nilai seleksi juga akan ditampilkan secara real time yang bisa diakses publik, termasuk live score-nya yang juga disiarkan melalui YouTube.

“Sehingga tidak ada lagi titip-titipan, tidak ada intervensi siapa pun, serta tidak ada pengaruh orang dalam. Kelulusan ditentukan oleh kemampuan dari pelamar sendiri. Ini memastikan pemberian kesempatan yang sama bagi semua anak bangsa untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” pungkas Anas.kompas