Update CPNS 2023 Pemerintah Himpun Usulan Formasi, Utamanya Talenta Digital

 Update CPNS 2023: Pemerintah Himpun Usulan Formasi, Utamanya Talenta Digital

Maulandy Rizky Bayu KencanaMaulandy Rizky Bayu Kencana

Seleksi kompetensi bidang CPNS


Petugas mencocokkan identitas peserta sebelum mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham di Gedung Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Pelaksanaan SKB CPNS itu diikuti 829 peserta. (/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah memastikan bakal membuka rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN), lewat formasi CPNS 2023 dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada tahun ini.

Namun, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) selaku regulator penyelenggaraan seleksi CPNS dan PPPK saat ini masih menghimpun jumlah formasi yang jadi usulan tiap instansi.

"Saat ini masih proses mendata dan pengusulan kebutuhan ASN tahun 2023," ujar Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Mohammad Averrouce kepada Liputan6.com, Selasa (24/1/2023).

Namun, Averrouce belum bisa menyampaikan berapa usulan formasi CASN 2023 yang sudah masuk beserta target jadwal pembukaan proses rekrutmen saat dimintai keterangan lebih lanjut.

Meski demikian, ia menjamin Kementerian PANRB akan buka penerimaan CASN untuk tahun 2023, yang terdiri dari CPNS dan 2023.

Khusus untuk seleksi CPNS 2023, diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan profesi tertentu, semisal hakim, jaksa, dosen, serta tenaga teknis tertentu lainnya. Termasuk talenta digital dan jabatan pelaksana prioritas sesuai peraturan Menteri PANRB Nomor 45/2022.

PPPK Fokus ke Guru

Tes SKD CPNS 2021


Tes SKD CPNS 2021 dan Seleksi Kompetensi PPPK Non-Guru 2021 berlangsung di 450 Titik Lokasi (Tilok), pada Kamis, 2 September 2021. Dok BKN

Sementara untuk PPPK akan difokuskan pada pemenuhan tenaga guru, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis lainnya.

Adapun pengadaan ASN tahun 2023 memiliki empat arah kebijakan yang mendukung transformasi SDM. Pertama, fokus pelayanan dasar, yakni guru dan tenaga kesehatan sebagai langkah penyelesaian masalah tenaga non-ASN/tenaga honorer.

Kedua, memberi kesempatan rekrutmen talenta-talenta digital, data scientist, dan bidang-bidang lain secara terukur.

Fokus berikutnya, merekrut CPNS dengan sangat selektif. Terakhir, mengurangi rekrutmen jabatan yang akan terdampak oleh transformasi digital.

"Saat ini, pemerintah masih menganalisis jabatan mana saja yang bisa terdampak oleh perkembangan digital. Karena dunia digital berubah cepat, pemerintah juga harus cepat adaptasi agar tidak tergerus zaman," tegas Menpan RB Abdullah Azwar Anas dalam pernyataan tertulisnya.liputan6