Harapan Terdalam Guru Honorer Pada Pengumuman Seleksi Guru PPPK

Pengumuman Seleksi Guru PPPK, Ini Harapan Terdalam Guru Honorer
Ribuan guru honorer mengikuti seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1. Foto/Dok/SINDOnews
Kemendikbudristek mengumumkan rencana pengumuman hasil seleksi kompetensi tahap I guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dilakukan pada 8 Oktober. Pengumuman tersebut juga akan disiarkan langsung melalui Youtube Kemendikbud.
Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri ( FGHBSN ) Nasional pun meminta jadwal pengumuman tidak kembali diundur.

Ketua Umum FGHBSN Nasional Rizki Safari Rakhmat berharap akan banyak guru honorer yang lolos seleksi seleksi tahap I tersebut. Rizki juga berharap, hasil seleksi yang diumumkan dapat sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan dan transparan sesuai aturan yang berlaku, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” katanya melalui pesan Whatsapp, Rabu (6/10/2021).

Para guru terutama guru honorer, katanya, sudah menunggu lama akan pengumuman hasil seleksi ini. Sedianya pengumuman dilakukan pada Jumat, 24 September lalu. Oleh karena itu, Rizki berharap pemerintah kali ini bisa melakukan pengumuman itu pada 8 Oktober mendatang.

“Saya juga mohon untuk tidak ada lagi pengunduran jadwal pengumuman tersebut, karena hal ini sangat dinanti para pelamar calon PPPK guru tahap 1,” ungkapnya penuh harap.

Dia menjelaskan, pada rapat Komisi X DPR dengan Kemendikbudristek tertanggal 23 September 2021 bahwa sekitar 29% dari 326.476 formasi sudah terisi oleh pelamar yang lolos atau sekitar 94.000 guru. “Walaupun hasil saat itu belum final, saya harapkan hasilnya bisa lebih dari jumlah tersebut. Tetapi dapat dijamin dan tidak merugikan pelamar yang sudah lolos tersebut,” tuturnya.
Sebagaimana sempat tertundanya pengumuman tersebut karena Kemendikbudristek dan Komisi X DPR RI berupaya untuk memberikan kemudahan bagi pelamar calon PPPK guru, menurutnya, semoga hal itu dapat terwujud memberikan hasil yang terbaik.

Disisi lain dia juga berharap para guru peserta seleksi dapat berlapang dada menerima apapun keputusannya dan tetap saling memotivasi antara guru mengingat masih ada kesempatan di seleksi berikutnya.

“Kami mendorong rekan-rekan guru honorer untuk dapat menerima apapun hasilnya, yang sudah lolos mohon agar dapat membantu memberikan dukungan moral dan materi kepada pelamar guru yang belum lolos seleksi tahap 1. Saling memotivasi satu sama lain melihat masih ada kesempatan seleksi di tahap 2 dan 3,” pungkasnya.
(mpw)
Neneng Zubaidah