Seleksi CASN 2024 Tahap I Akan Dibuka untuk CPNS dan Sekolah Kedinasan

Seleksi CPNS PPPK 2024. Arah kebijakan seleksi CPNS dan PPPK 2024.
Seleksi CPNS PPPK 2024. Arah kebijakan seleksi CPNS dan PPPK 2024.(KOMPAS/WAWAN H PRABOWO) Pelaksanaan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun ini akan diawali dengan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan sekolah kedinasan (sekdin).

Dikutip dari laman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), pengumuman dan seleksi administrasi CPNS dan sekolah kedinasan akan dibuka pada minggu ketiga bulan Maret 2024.

Pemerintah telah resmi mengumumkan akan dibuka sebanyak 2,3 juta formasi CASN 2024, yang dialokasikan di instansi pusat dan daerah.

Plt Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto menyampaikan bahwa seleksi CASN 2024 akan dibuka sebanyak 3 periode.

“Untuk mengakomodir formasi tersebut, BKN melaksanakan seleksi CASN 2024 dilakukan sebanyak 3 periode," kata Haryomo dalam keterangan resmi yang dikutip Kompas.com, Sabtu (20/1/2024).

Setelah itu, periode kedua berlangsung pada bulan Juni 2024, yang akan dilaksanakam pengumuman dan seleksi administrasi penerimaan CPNS dan PPPK.

Selanjutnya periode ketiga berlangsung bulan Agustus 2024, dilaksanakan pengumuman dan seleksi administrasi penerimaan CPNS dan PPPK.

Tahun ini, pemerintah memberikan kesempatan bagi fresh graduate, untuk melamar sebanyak 690.822 formasi CPNS 2024.

Untuk posisi PPPK 2024, seluruhnya dibuka untuk tenaga non-ASN atau pegawai non-ASN, baik di instansi pusat dan daerah.

Formasi CASN 2024

Terkait dengan formasi CASN 2024, akan dibuka formasi untuk instansi pusat sebanyak 429.183 yang terdiri atas 207.247 CPNS dan 221.936 PPPK.

Alokasi formasi instansi daerah sebanyak 1.867.333, terdiri atas 483.575 CPNS, 419.146 formasi PPPK guru, 417.196 formasi PPPK tenaga kesehatan, dan 547.416 formasi PPPK tenaga teknis.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan formasi CASN 2024 untuk sekolah kedinasan sebanyak 6.027 formasi.

Formasi instansi daerah lebih banyak dibandingkan instansi pusat, dikarenakan komposisi ASN daerah memang lebih banyak.

Telah disampaikan bahwa rekrutmen ASN akan dilakukan dengan menggunakan computer assisted test (CAT) secara nasional dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Seleksi kompetensi yang dilaksanakan berbasis online, termasuk penggunaan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk menekan potensi kecurangan.

Nilai seleksi juga akan ditampilkan secara real time yang bisa diakses publik, termasuk live score-nya yang juga disiarkan melalui YouTube.kompas