Sarjana Bidang Digital dan Akuntan Dapat Jatah pada Rekrutmen ASN 2024

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Abdullah Azwar Anas di BNDCC, Nusa Dua, Selasa (5/12/2023). (Aryo Mahendro/detikBali)
Foto: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Abdullah Azwar Anas di BNDCC, Nusa Dua, Selasa (5/12/2023). (Aryo Mahendro/detikBali)

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan ada beberapa bidang yang dapat diisi oleh lulusan perguruan tinggi alias sarjana pada rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) 2024. Dua di antaranya bidang digital dan akuntan.

"Ada banyak fresh graduate yang bisa mengisi dalam rangka percepatan reformasi birokrasi. Salah satunya, talenta-talenta digital, akuntan, dan beberapa (bidang) yang lain," kata Anas saat membuka acara RBXperience di BNDCC, Nusa Dua, Selasa (5/11/2023).

Anas mengatakan posisi yang dibuka pada rekrutmen ASN tersebut membutuhkan cukup banyak orang. Hanya, Anas belum dapat memastikan berapa kuota yang dibutuhkan pada rekrutmen ASN 2024 di bidang atau posisi tersebut.

Anas mengaku telah mendiskusikan hal tersebut kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Hingga kini, diskusi dan konsultasi dengan Presiden Jokowi masih terus dilakukan dan dia berjanji akan mengumumkan berapa jumlah pastinya kuota ASN.

"Rekrutmen ASN 2024 nanti kami akan konsultasikan dahulu ke bapak presiden. Nanti kami umumkan berapa jumlahnya," ujar Anas.

Masih terkait hal itu, Anas menjelaskan periode rekrutmen ASN tidak lagi sekali dalam satu atau dua tahun. Rekrutmen ASN ke depan akan dilakukan tiga kali dalam sebulan.

Selain itu, penempatan ASN juga akan difokuskan di daerah terluar, tertinggal, dan terpencil (3T). "Karena selama ini hanya menunggu formasi (ASN) di daerah. Tapi, (dengan mobilisasi ke daerah 3T) daerah bisa mengirim lebih cepat," jelasnya.

Melansir detikFinance, Anas mengatakan formasi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau ASN 2024 akan diperbanyak untuk para lulusan baru atau fresh graduate. Hal ini menjadi salah satu bahasannya dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati siang hari ini.

Menurutnya, langkah ini dilakukan dengan pertimbangan kuota fresh graduate yang dalam 3 tahun terakhir terbilang kurang. Adapun dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) pada hari ini, kuotanya hanya 20 persen dari keseluruhan formasi.

(nor/nor)detik