Pelamar Diminta Bersabar, BKPSDM Tunggu Aturan Teknis Pusat Pelaksanaan SKB CPNS 2019

di Bintan

Penundaan pelaksanaan tes SKB CPNS Bintan formasi tahun 2019 setelah ada surat Menteri PAN-RB Nomor B/318/M/SM/01.00/2020 tanggal 17 Maret 2020.Pelamar Diminta Bersabar, BKPSDM Tunggu Aturan Teknis Pusat Pelaksanaan SKB CPNS 2019 di Bintan;" TribunBatam.id/Alfandi Simamora Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bintan, Irma Annisa. Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan SKB CPNS 2019. 

Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bintan formasi tahun 2019 masih menunggu arahan Pemerintah Pusat akibat pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan,Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bintan, Irma Annisa, Minggu (10/5/2020).

"Sampai saat ini tes SKB belum dilaksanakan. Kami masih menunggu arahan dari pusat, dan pelaksanaannya ditunda sampai waktu yang belum ditentukan," terangnya.
Irma menjelaskan, pihaknya menunda pelaksanaan tes SKB CPNS Bintan formasi tahun 2019 setelah ada surat Menteri PAN-RB Nomor B/318/M/SM/01.00/2020 tanggal 17 Maret 2020.
Penundaan disebabkan situasi pandemi virus Corona yang saat ini sedang merebak di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Kepri.


"Jadi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan mengumpulkan orang ramai. Sehingga pelaksanaan SKB ditunda dulu. Kita tunggu saja pemberitahuannya kembali," ucapnya.
Seperti diketahui, BKPSDM Bintan telah menggelar pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Bintan selama 17 hari mulai dari 5 Februari hingga 21 Februari 2020.

Diketahui pelamar CPNS Bintan lebih kurang 4.097 orang untuk memperebutkan 152 kuota formasi.
Dari 4.097 orang pelamar, hanya ada sebanyak 380 orang peserta yang lolos dan akan mengikuti SKB CPNS di Bintan formasi tahun 2019.
"Yang akan mengikuti SKB sekitar 380 orang, dan itu yang menyeleksi langsung dari pusat, kami hanya terima hasilnya saja," ucapnya.

Serba Serbi Seleksi CPNS di Bintan
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bintan, Irma Annisa tak menampik, pernah ditawari uang dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), minta diloloskan.
Bukan nominal kecil, bisa sampai Rp 1 miliar jika dikumpulkan dari beberapa orang saat itu.


Hal ini dikatakan Annisa saat sejumlah awak media menanyakan terkait penerimaan CPNS di lingkungan Pemkab Bintan periode 2020 di Aula Kantor Bupati Bintan, Jumat (21/2/2020).
Pertanyaan awak media saat itu, apakah ada atau tidak CPNS yang berusaha memberikan uang sebagai pemulus agar lolos manjadi PNS di tahun 2020 ini.
"Kalau untuk tahun 2019 dan dan 2020 ini, tidak ada CPNS yang berusaha untuk memberikan uang pelicin agar lolos PNS. Tapi dulu di tahun 2018 pernah ada ditawari uang oleh sejumlah calon CPNS. Bahkan kalau dikumpulkan sampai Rp 1 miliar ada. Tapi itu dulu, bukan pada tahun ini," terang Irma.
Ia melanjutkan, walaupun demikian dia tidak tergoda dengan jumlah uang yang tergolong besar tersebut.
"Dari dulu sampai saat ini saya tidak mau yang begituan, saya lebih mencintai jabatan saya daripada uang. Jadi saya tidak terima," ungkapnya.
Irma menuturkan, lobi-lobi dari para pelamar CPNS bukan hanya untuk minta diluluskan. Bahkan saat ijazah dan E-KTP dan administrasi lainnya yang tidak ada dan tidak asli, juga pernah dilobi untuk membantu dan melewatkan.
"Bahkan saat ijazah dan E-KTP dan administrasi lainnya tidak ada, juga lobi-lobi saya untuk meloloskan," terangnya.



Sementara itu, saat ditanya terkait ada atau tidak pejabat yang berusaha menekan agar anak atau sanak saudaranya lolos CPNS tahun ini, Irma mengaku tidak ada.
"Bahkan untuk tahun 2020 ini, anak-anak pejabat Bintan rata-rata melamar CPNS di Batam," ungkapnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Pemkab Bintan, Adi Prihantara menuturkan, Pemkab Bintan tidak memiliki wewenang untuk meloloskan atau menggugurkan CPNS. Pasalnya, Pemkab Bintan hanya panita penyelenggara.
"Itu murni hasil dari kemampuan para pelamar CPNS. Nilai para CPNS ini juga kan masuk ke pusat. Jadi kami tidak ada hak menentukan lolos atau tidaknya CPNS,” pungkasnya.

Sempat Mati Lampu
Pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di Bintan masih berjalan lancar hingga tanggal 20 Februari 2020.
"Sampai saat ini, pelaksanaan tes CPNS masih berjalan lancar dan tak ada kendala, baik jaringan internet dan listrik dari PLN," ucap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bintan Irma Annisa, Kamis (20/2/2020).
Irma menyebutkan, beberapa hari sebelumnya memang sempat terjadi mati lampu pada saat tes CPNS. Namun tak sampai menghambat pelaksanaan tes.
"Karena sebelumnya kita sudah menyediakan genset, sehingga bisa langsung diantisipasi tanpa menunggu lama," tuturnya.


Sedangkan untuk hari berikutnya, pelaksanaan tes berjalan lancar.
Irma menjelaskan, bahwa untuk pelaksanaan ujian komputerisasi atau CAT dalam seleksi penerimaan CPNS Bintan 2019 dibagi dalam lima sesi, dan per sesinya diisi 50 orang.
"Jadi para peserta yang ikut ujian dalam satu hari itu sebanyak 250 peserta yang bisa mengikuti ujian,” ujarnya.
Irma mengungkapkan, bahwa jumlah pelamar CPNS 2019 untuk sejumlah formasi penerimaan di Kabupaten Bintan mencapai 4.097 pelamar.
"Sebanyak 4.097 orang ini yang melaksanakan tes CPNS dari tanggal 5 sampai 21 Februari 2020 nanti," ungkapnya.
Di tempat terpisah, salah satu peserta tes CPNS, Ardani mengaku gugup saat akan memulai pelaksanaan tes, Kamis ini.
Namun setelah melaksanakan tes, apa yang dipelajarinya sesuai dengan jurusannya di bidang Akuntansi rata-rata masuk semua.

"Awalnya saya gugup, takut soalnya nggak sesuai dengan yang dipelajari dan susah. Tapi ternyata tidak terlalu susah dan mudah. Intinya tak jauh-jauh dengan yang saya pelajari di jurusan akuntansi," terangnya.
Ardani menyampaikan, dia mengambil bidang akuntansi pada CPNS 2019 Bintan.
"Saya sebenarnya dari Tanjungpinang, tapi CPNS di Tanjungpinang tak ada bidang Akuntansi, makanya saya mengambil di Bintan," ungkapnya.
Ardani menambahkan, pada pelaksanaan tes CPNS, waktu yang diberikan 90 menit untuk menjawab 100 soal pilihan ganda.
"Kalau untuk hasilnya belum saya lihat. Nanti lihat dari website aja. Ya mudah-mudahan masuk dan lanjut ke tes selanjutnya," tutup Ardani sembari meninggalkan lokasi tempat tes. (TrbnBtm/Alfandi Simamora)